Meta Rakyat – Medan
Pengurus Dalihan Natolu (DNT) Bhineka Tunggal Ika bersama tim relawan dari wilayah Tangerang dan Banten menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di salah satu masjid di kawasan Simpang Kongsi, Marendal.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan dukungan moral kepada warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Koordinator kegiatan, Aiptu (Purn) Zainal Abidin Hasibuan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial.
Dalihan Natolu Bhineka Tunggal Ika sebagai bagian dari anak bangsa.
“Dalihan Natolu tidak hanya dimaknai sebagai nilai adat dan kekerabatan, tetapi juga sebagai panggilan nurani untuk saling menopang, terlebih saat saudara-saudara kita tertimpa musibah. Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat meringankan beban dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan,” ujar Zainal Abidin Hasibuan.
Ia juga menegaskan bahwa semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan utama gerakan sosial DNT, yang melampaui sekat daerah, suku, dan latar belakang. Menurutnya, solidaritas nasional harus terus dirawat melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
Pengurus DNT dan tim Tangerang Banten turut berinteraksi langsung dengan masyarakat dan tokoh setempat, sekaligus menyampaikan doa agar Aceh Tamiang segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga dan pengurus masjid setempat. Mereka menilai kehadiran DNT Bhineka Tunggal Ika tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa persaudaraan dan harapan di tengah situasi sulit.
Aksi Sosial Berkelanjutan.
Dengan aksi sosial ini, Dalihan Natolu Bhineka Tunggal Ika menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
