MEDAN | Meta Rakyat —
Upaya memperkuat konsolidasi kebangsaan dan komunikasi politik di tingkat daerah terus dilakukan. Tim DNT Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari Zainal Abidin Hasibuan, Porkas Hasibuan, dan Nurhakim Hasibuan menggelar pertemuan dengan Ketua Partai Gema Bangsa Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H. Aswin Lubis, bersama jajaran pengurus Partai Gema Bangsa.
Pertemuan Pada Jumat 6/2/26 berlangsung di Seulawah Kupi, Komplek MMTC, Kota Medan, dalam suasana dialog terbuka dan penuh keakraban. Meski dikemas dalam silaturahmi, pertemuan tersebut sarat dengan pembahasan strategis terkait penguatan persatuan, peran organisasi kebangsaan, serta arah gerakan politik daerah yang berpijak pada kepentingan rakyat.
Dalam diskusi tersebut, DNT Bhineka Tunggal Ika menegaskan posisinya sebagai wadah kebangsaan yang mendorong nilai persaudaraan, kebhinekaan, dan kesadaran kolektif masyarakat di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Dialog dengan partai politik dipandang sebagai langkah penting untuk menyamakan visi dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial.
Zainal Abidin Hasibuan menyampaikan
bahwa tantangan politik ke depan membutuhkan komunikasi yang kuat antar elemen bangsa. Menurutnya, konsolidasi pemikiran dan gerakan sosial harus diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat, bukan sekadar kepentingan kelompok atau elit tertentu.
Kebangsaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, maka arah perjuangan politik akan lebih terkendali dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, H. Aswin Lubis menilai pertemuan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun komunikasi politik yang sehat.
Ia menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa Kabupaten Madina membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi kebangsaan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara partai politik dan elemen kebangsaan diperlukan untuk menjaga keseimbangan sosial dan memperkuat basis kepercayaan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan kepentingan rakyat dalam setiap langkah politik.
Pertemuan ini ditutup dengan dialog santai dan foto bersama sebagai simbol terjalinnya komunikasi dan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan serta mendorong kehidupan politik daerah yang lebih dewasa dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
