Gerakan Rakyat Sumut Perkuat Kapasitas Kader, Tegaskan Standar Integritas Organisasi

Gerakan Rakyat Sumut Perkuat Kapasitas Kader, Tegaskan Standar Integritas Organisasi

Medan – Penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama Gerakan Rakyat Sumatera Utara dalam memastikan gerak organisasi tetap terarah, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat. Melalui Program Kelas Kader, organisasi ini menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar agenda rutin, melainkan proses strategis untuk memperdalam pemahaman nilai dan tanggung jawab perjuangan.

Koordinator Daerah Gerakan Rakyat Sumut, Rahmat Parlindungan Lubis, menyampaikan bahwa Kelas Kader adalah ruang pembentukan kapasitas intelektual dan kematangan sikap. Menurutnya, gerakan sosial tidak cukup digerakkan oleh semangat semata, tetapi harus ditopang oleh pemahaman yang utuh, etika kepemimpinan yang kuat, serta disiplin organisasi yang terjaga.

“Kita ingin setiap kader memahami arah strategis gerakan. Tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga matang dalam cara berpikir dan bertindak. Kelas Kader adalah ruang pembelajaran untuk memastikan itu,” ujar Rahmat.

Ia menegaskan bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Perubahan sosial, arus informasi digital, hingga dinamika opini publik menuntut organisasi memiliki kader yang adaptif namun tetap teguh pada nilai perjuangan. Karena itu, proses pembinaan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Rahmat juga mengapresiasi peran Ketua Gerakan Rakyat Sumut yang memfasilitasi terselenggaranya Kelas Kader sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas kader. Dukungan tersebut, menurutnya, menunjukkan keseriusan pimpinan dalam menyiapkan kader yang tidak hanya loyal, tetapi juga kompeten dan berintegritas.

“Ketua DPW memberikan ruang dan dukungan penuh agar kader Gerakan Rakyat mendapatkan pendidikan organisasi yang memadai. Ini langkah penting untuk memastikan setiap pengurus memiliki standar pemahaman dan tanggung jawab yang sama,” tegasnya.

Dalam Kelas Kader, peserta mendapatkan materi tentang nilai kebangsaan, manajemen organisasi, kepemimpinan etik, serta orientasi pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar penyampaian materi, forum ini menjadi ruang dialog dan refleksi agar setiap kader mampu menempatkan diri sebagai pelayan rakyat, bukan sekadar bagian dari struktur.

Sertifikat kader yang diberikan setelah mengikuti proses pembelajaran bukanlah simbol administratif, melainkan penanda kesiapan untuk memikul amanah organisasi. Rahmat menekankan bahwa kualitas gerakan sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh sebab itu, pembinaan harus menjadi budaya kerja, bukan kegiatan seremonial.

Media Meta Rakyat mencatat, penguatan Kelas Kader ini menjadi langkah progresif Gerakan Rakyat Sumut dalam membangun struktur yang kokoh secara nilai dan profesional dalam gerak. Dengan kader yang terdidik dan terlatih, organisasi diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Rahmat menyampaikan bahwa perjuangan membutuhkan kesungguhan dan kesiapan mental. “Kita tidak sedang membangun popularitas sesaat. Kita sedang menyiapkan kader yang siap bekerja, berpikir jernih, dan setia pada kepentingan rakyat. Itulah esensi Kelas Kader yang terus kita dorong,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get 30% off your first purchase

X